Data Inflasi Maret Pencetus Utama IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mempunyai kans untuk beranjak dari area merah permulaan minggu ini, Senin (1/4). Rilis data inflasi jangka waktu Maret 2019 akan menjadi sentimen utama untuk pasar saham dari dalam negeri.

Analis Indosurya Bercahaya Sekuritas William Surya Wijaya memprediksi inflasi bulan lalu masih dalam keadaan stabil. Karenanya itu, pelaku pasar akan menanggapi positif dengan menjalankan transaksi beli saham.

Baca Juga : coachoutletonlineeu.net

Badan Sentra Statistik (BPS) akan merilis data ekonomi itu hari ini pada pukul 11.00 WIB. Sebelumnya, BPS mencatat deflasi sebesar 0,08 persen pada Februari 2019. Hal ini diberi pengaruh oleh penurunan harga golongan pengeluaran, secara khusus bahan makanan mencatatkan deflasi sebesar 1,11 persen dengan andil 0,24 persen.

Lebih lanjut William meramalkan IHSG hari ini berada dalam bentang support 6.356 dan resistance 6.498. Sebagian saham yang dapat ditransaksikan, antara lain PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Sebaliknya, Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi Taulat Ibrahimsyah beranggapan IHSG justru masih betah di teritori negatif. Masalahnya, pasar saham Indonesia sedang berada dalam popularitas pelemahan ketika ini.

Sebagai isu, IHSG sepanjang minggu lalu terkoreksi tipis 0,87 persen dari tahapan 6.525 ke tahapan 6.468. Hasilnya, skor kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) turut tertekan 0,86 persen menjadi Rp7.356 triliun dari Rp7.420 triliun.

 

 

 

Artikel Lainnya : imarainvestor.com