Gunakan Listrik, Tarif Produksi Pabrik Penggilingan Ini Hemat Rp 400 Ribu

Gunakan Listrik, Tarif Produksi Pabrik Penggilingan Ini Hemat Rp 400 Ribu

 

Kabupaten Pinrang ialah salah satu lumbung padi nasional di Sulawesi Selatan dengan luas lahan persawahan menempuh 53 ribu hektar dan tersebar merata di segala dataran rendah kawasan Kabupaten Pinrang. Produksi gabah yang melimpah menunjang munculnya industri pengolahan beras di sana. Tetapi di ketika menjamurnya pabrik pengolahan beras di Pinrang, masih banyak perusahaan atau pabrik penggilingan padi di sana yang mengandalkan daya diesel atau mesin genset sebagai sumber tenaga untuk pengoperasian pabriknya. Meski, pengaplikasian genset yang memakai bahan bakar solar membikin tarif operasi pabrik lebih tinggi dibanding memakai listrik yang tersedia dari jaringan yang disediakan oleh PLN.

Hal hal yang demikian dinikmati oleh BUMN PT Pertani (Persero) yang beroperasi di Pinrang, Sulawesi Selatan. Kepala Unit Agrobisnis Pertani (Persero) Pinrang Muharis membeberkan semenjak beralih dari mesin diesel ke jaringan listrik PLN untuk operasional pabriknya, sekarang tarif operasi dapat ditekan sampai 58% banyaknya. “Sesudah kita bandingkan, terbukti hingga 58% lebih hemat. Pada ketika kita gunakan solar itu kan sekitar Rp 800 ribu untuk 150 liter solar per satu kali beroperasi dalam sehari (8 jam). Kini hanya sekitar Rp 340 ribu sesudah gunakan listrik. Jadi ada pengurangan sekitar Rp 400 ribuan atau 58% lebih hemat sekiranya gunakan listrik,” katanya ketika ditemui di pabrik penggilingan Pertani di Pinrang, Sulawesi Selatan, Jumat (2/3/2018).

 

Baca juga : Dinamo listrik

Operasional pabrik Pertani di Pinrang sendiri sudah diawali semenjak tahun 1981, dan semenjak ketika itu pula perusahaan sudah memakai genset sebagai sumber tenaga. Tetapi sesudah menerima sambungan jaringan listrik kapasitas 197 kVa dari PLN, sekarang tarif operasional pabrik malah dapat lebih hemat dan ramah lingkungan sebab tidak lagi memunculkan bunyi berisik dari mesin genset atau diesel. “Pertimbangannya kemarin sebab kita kan telah di tengah kota. Memang telah ada agenda sebelumnya melainkan belum disetujui. Sesungguhnya dari dahulu telah ingin dimanfaatkan. Melainkan kan semestinya ada persetujuan sentra (kantor Pertani Sentra) dahulu agar bisa izin. Namun terang kini jadi benar-benar hemat sesudah gunakan listrik. Lalu tak berisik, pelaksanaan produksi malah baik. Jadi banyak tarif yang terpangkas,” ujarnya.

Tetapi yang dikerjakan oleh Pertani belum dikerjakan sepenuhnya oleh para pabrik penggiligan padi lainnya di Kabupaten Pinrang. Dari data 300 perusahaan penggilingan yang ada di Pinrang, baru 137 perusahaan penggilingan aktif ataupun temporer yang beralih memakai listrik dalam pelaksanaan produksi. Meski dengan adanya listrik yang dipasok oleh PLN, karenanya tarif operasional pabrik bisa lebih ditekan sehingga dapat menggerakkan perekonomian baru bagi masyarakat di Kabupaten Pinrang. Mesin penggilingan padi yang berbahan bakar listrik juga akan lebih ramah lingkungan kalau diperbandingkan dengan mesin penggilingan diesel berbahan bakar solar.

Zona Manajer Jaringan PLN Saat Pinrang, Sudirman Tahir mengatakan, PLN siap menyalurkan jaringan listrik ke industri pengolahan beras yang ada di Pinrang kalau diperlukan. Namun ini kapasitas listrik yang dimiliki PLN di kawasan Sulbagsel masih surplus sekitar 200 MW dan tidak ada kendala dalam penyediaan jaringan. “Kita tahu bahwa penggilingan padi di Pinrang yakni salah satu tempat di Sulawesi Selatan yang cukup besar potensial pelanggannya. Tetapi kita lihat masih banyak pemakaian padi yang memakai genset. Inilah sebagian upaya kita lakukan seperti menghubungi asosiasi yang menaungi, salah satunya Perpadi. Ini yang kita gali seperti apa potensi-potensi itu,” sebutnya.

“Sebab usulan dari pengusaha penggilingan padi, salah satunya meminta kemudahan dengan pola tarif penyambungannya dapat dikredit. kita tahu untuk merubah dari genset ke listrik, ini butuh investasi yang cukup besar, jadi tarif penyambungan angsur ini akan kita galakkan untuk membikin motivasi perusahaan penggilingan ini ingin beralih ke listrik,”

 

 

 

Baca juga : Mesin potong kayu